Maestro Sastra dan Teater Iswadi Pratama Hobi Lukis

Maestro sastra dan teater Iswadi Pratama juga gemar melukis di kala senggang.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: Ami Heppy
Dokumentasi: Iswadi Pratama.
Iswadi Pratama (kiri) bersama Lukman Sardi (kanan)dalam proses Nyanyi Sunyi Revolusi 2019 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Provinsi Lampung termasuk Indonesia patut bangga memiliki seorang maestro sastra dan teater yang masih aktif hingga saat ini.

Sosok bertalenta tersebut bernama lengkap Iswadi Pratama.

Ia lahir di Tanjung Karang, 8 April 1971.

Sulung dari tujuh bersaudara ini memiliki seorang istri yang juga seniman bernama Imas Sobariah dan anak yang bernama Rarai Masal Soca Wening Ati.

Dikenal sebagai maestro sastra dan teater, Iswadi ternyata juga menyukai cabang seni yang lain yakni melukis.

Ia mengaku menggeluti bidang tersebut bahkan sebelum terjun ke dua bidang yang membesarkan namanya tersebut.

"Sejak SMP saya sudah bersentuhan dengan seni lukis, menggambar atau drawing lah waktu itu," ujarnya saat ditemui di kediamannya di Kemiling Permai, Sabtu, 4 Januari 2020.

Potret Iswadi Pratama maestro sastra dan teater dari Lampung.
Potret Iswadi Pratama maestro sastra dan teater dari Lampung. (Dokumentasi: Iswadi Pratama.)

Iswadi Pratama: Dari Tukang Bakso ke Maestro

Iswadi Pratama, Maestro Sastra dan Teater Dari Lampung

Kala itu, ia juga hobi membaca buku-buku sastra yang akhirnya menumbuhkan minat baru untuk menulis.

Iswadi muda kemudian menulis puisi dan menjadikan seni lukis sebagai pengisi waktu senggang.

Ketika mengenyam pendidikan menengah atas, Iswadi akhirnya terjun ke dunia sastra.

Ia mulai menulis puisi dan didapuk untuk menulis skenario drama merangkap menjadi sutradara di tugas sekolah.

"Saya praktikkan bersama dengan teman-teman di sekolah untuk tugas bahasa Indonesia," paparnya sambil mengenang.

Ketika SMA pula, Iswadi bergabung dengan teater pertamanya di Teater Krakatoa, Lungsir.

Teater tersebut ia ketahui dari teman-temannya yang sama-sama hobi menulis.

"Waktu itu belum jadi aktor, masih ikut-ikutan lihat orang latihan," kata Iswadi menambahkan.

Selepas masuk kuliah di jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Lampung (Unila), Iswadi mulai menggelutinya dengan lebih serius.

Selain Teater Krakatoa, ia juga menjadi bergabung dengan wadah seni kampus yakni Badan Seni Mahasiswa Indonesia (BSMI).

"Peran pertama waktu itu yang di BSMI jadi pengembara, kalo yang di Krakatoa saya dapet peran namanya Paimin, seorang tukang bakso," papar Iswadi.

Perpustakaan Daerah Lampung

730 Perpustakaan Inklusi Se-Lampung Jadi Binaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung

Iswadi menuturkan, Paimin adalah peran pertama yang berkesan baginya.

"Paimin itu peran utama yang berprofesi jadi tukang bakso yang suka bercerita atau mendongeng," kata dia.

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
73 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved