Iswadi Pratama, Guru Akting Para Artis

Iswadi Pratama menjadi guru akting para aktor layar lebar seperti Vino G. Bastian, Sherina Munaf,Ine Febriyanti, dan lain-lain.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: Ami Heppy
Dokumentasi: Iswadi Pratama.
Foto Bersama Ine Febriyanti dalam proses lakon "Visa" karya Goenawan Mohamad 2017. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Iswadi Pratama adalah maesto sastra dan teater kelahiran Lampung, tepatnya di Tanjung Karang, 8 April 1971.

Bersama dengan sang isteri yang juga seniman Imas Sobariah, Iswadi membina Teater Satu yang beralamat di Kemiling Permai, Bandar Lampung.

"Teater ini kita bentuk tanggal 18 Oktober 1996, sampai sekarang kita masih aktif," ujarnya saat ditemui di kediamannya di Kemiling Permai, Sabtu, 4 Januari 2020.

Selain itu, Iswadi juga aktif mengajar kelas akting milik Happy Salma Titimangsa Foundation sejak 2018.

Lokasinya yang berada di Jakarta membuat ia kerap bolak-balik Lampung-Jakarta.

Ia berprinsip tidak akan hijrah meninggalkan Lampung seperti kebanyakan orang, melainkan membangun tanah kelahirannya.

Trik Jadi Relawan Pendidikan di Daerah Marjinal TPA Bakung Bandar Lampung

Ada Bioskop Mini di Perpusda Lampung

"Sudah terlalu banyak orang yang pergi dari Lampung dan nggak berkontribusi apapun buat Lampung, saya nggak mau menambah jumlah orang yang begitu," kata Iswadi.

Hal ini juga kemudian terwujud ketika ia dengan tegas menolak permintaan banyak orang untuk membuka cabang Teater Satu di luar Lampung.

"Kalau mau ya silakan datang ke Lampung," ucapnya sambil berkelakar.

Tak hanya itu, sosok karismatik satu ini juga mengajar kelas akting private untuk aktor-aktor layar lebar.

Mulai dari Vino G. Bastian, Ine Febriyanti, Sherina Munaf dan lain-lain.

"Mereka minta dibantu untuk mendalami seni peran, jadi ya akhirnya menghubungi saya," katanya.

Berikut ini adalah beberapa prestasi yang berhasil ia torehkan:

  • Terpilih menjadi peserta dalam The Rolex Mentor and Art Initiatif dari Swiss dengan mentor Julie Taymor sutradara Lion King dan peraih Oscar untuk film Frida Kahlo
  • Dua karya penyutradaraannya; Monolog Perempuan di Titik Nol karya Nawal el Saadawi dan The Burried Child karya Sam Shepard dinobatkan sebagai Teater Terbaik Indonesia versi Majalah Tempo tahun 2008 dan 2013
  • Terpilih sebagai sutradara dalam Asian Director Festival di Toyama, Jepang tahun 2016
  • Narasumber dalam festival sastra nasional dan internasional
  • Kurator dalam Ubud Writer and Reader's Festival tahun 2017
  • Sutradara dalam Lakon Amangkurat karya Goenawan Mohammad tahun 2016 di Jakarta dan 2017 di Malaysia
  • Sutradara karya kolaborasi Indonesia-Australia The Age of Bones karya Sandra Thibodeux dan dipentaskan di Lampung, Bandung, Tasikmalaya, Darwin, Sydney, Canberra, Melbourne sebanyak 35 kali pementasan. Pementasan ini juga masuk nominasi Penghargaan Internasional Green Awards di Melbourne tahun 2018
  • Sutradara monolog musikal dengan pelakon Tri Utamie di Jakarta dan Surakarta tahun 2019
  • Sutradara lakon Amir Hamzah dengan aktor Teater Satu dan dua aktor peraih piala citra; Prisia Nasution dan Lukman Sardi di Jakarta tahun 2018
  • Sutradara dalam delapan pertunjukan untuk kelas acting Titi Mangsa 2019; End Game karya Samuel Beckett, Sahabat Terbaik karya James Senders, Penagih Hutang karya Anton Chekov, Pencuri Berbudi Luhur karya Dario Fo, Monolog Nala dan Monolog Perempuan Pemalu karya Iswadi Pratama, Monolog Orion karya Iswadi Pratama. Pertunjukan tersebut dipentaskan di Jakarta dan Lampung tahun 2019.

(Tribunlampungwiki.com/Kiki Novilia)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved