Gaya Khas Karya Iswadi Pratama

Iswadi Pratama adalah maestro sastra dan teater yang fokus pada human interest.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: Ami Heppy
Dokumentasi: Iswadi Pratama.
Lakon Antropodipus karya Sophocles, 2018. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Iswadi Pratama adalah maestro sastra dan teater asal Lampung.

Ia menggeluti puisi, cerpen, serta terlibat langsung dalam pementasan teater baik aktor maupun sutradara.

Berkarya sejak SMA, Iswadi punya gayanya sendiri.

Ciri khas tersebut ia sematkan pada segala hal yang sederhana dan tak tercatat oleh sejarah.

"Yang saya buat pasti peristiwa-peristiwa menggetarkan yang dialami manusia," ujarnya saat ditemui di kediamannya di Kemiling Permai, Sabtu, 4 Januari 2020.

Foto bersama Lukman Sardi dalam proses Nyanyi Sunyi Revolusi 2019.
Iswadi Pratama (kiri) bersama Lukman Sardi (kanan) dalam proses Nyanyi Sunyi Revolusi 2019. (Dokumentasi: Iswadi Pratama.)

Maestro Sastra dan Teater Iswadi Pratama Hobi Lukis

Fadlan Satria (Pemain Scrabble Dunia Asal Lampung)

Misalnya, seorang ibu yang ingin membelikan anaknya susu namun uangnya tidak cukup dan berbagai peristiwa lain yang berkaitan dengan human interest.

"Saya bukan penulis yang mencari-cari tema, dari dulu saya menulis dari dorongan dalam diri saya," katanya.

Memang, ia tak menampik jika selalu berlatih menulis setiap hari sejak kuliah, namun hal tersebut semata-mata dilakukan untuk melatih keterampilan, kepekaan sosial dan tata bahasa.

Hasil karya yang demikian pun hanya berakhir di dirinya sendiri, tidak untuk dipublikasi.

Berikut ini beberapa karya yang berupa puisi, cerpen dan buku teater yang telah ia terbitkan:

1. Mimbar Penyair Abad 21, Dewan Kesenian Jakarta (1996)
2. Hijau Kelon dan Puisi-Puisi Pilihan Kompas, Editor Sutardji Colzoum Bachri (2000)
3. Gerimis dalam Lain Versi, Penerbit Dewan Kesenian Lampung (2006)
4. Gema Secuil Batu, Penerbit Akar (2007)
5. Lima Pusaran, Antologi Bersama dalam Festival Seni Surabaya (2007)
6. Word Storm Festival, Darwin, Australia (2008)
7. Asia Literary (2008)
8. Puisi Terbaik Kompas (2008)
9. Teater Asyik, Asyik Teater, Penerbit Teater Satu dan Hivos Belanda (2009)
10. Kumpulan Essay dan Kolom Budaya dan Politik "Komedi Hitam Para Raja", Penerbit Koran Lampung (2009)
11. Mensyarah Stanislavski, Penerbit Dewan Kesenian Lampung (2013)
12. Tak Ada Tata Bahasa Untuk Cinta, Penerbit Teater Satu (2014)
13. Harakah Haru, Antologi Puisi, Penerbit Cendikia Bandung (2015).

(Tribunlampungwiki.com/Kiki Novilia)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved