Suguhkan Materi Jempolan, Happy Camp Institute Harap Mampu Bentuk Karakter Baik

Happy Camp Institute atau HCI adalah lembaga pendidikan karakter pertama di Lampung berusaha terus memberikan materi terbaik bagi para peserta.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: Ami Heppy
Dokumentasi: Ahmad Herryandi.
Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Se-Provinsi Lampung. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Happy Camp Institute atau HCI adalah lembaga pendidikan karakter pertama di Lampung yang kerap menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan (LDK) di sekolah-sekolah universitas, maupun instansi. 

Kegiatan-kegiatan yang digelar oleh HCI berfokus pada pembentukkan karakter yang baik kepada generasi muda Lampung.

Maksudnya, masyarakat khususnya pelajar Lampung akan ditanamkan pengetahuan tentang karakter, softskill, budi pekerti dan sikap yang baik.

Konsep tersebut dipilih atas dasar keresahan HCI terhadap abainya berbagai elemen masyarakat.

Happy Camp Institute, Bukan Trainer Biasa

Berkarakter Bersama Happy Camp Institute

"Pendidikan karakter itu penting tapi kurang diperhatikan, orang-orang cuma fokus ke akademik yang hasilnya adalah nilai," katanya menambahkan.

Padahal, di beberapa negara maju seperti Jepang dan Finlandia, pendidikan karakter justru lebih diutamakan.

Hal ini membuat masyarakat di negara-negara tersebut mampu membawa diri dengan baik dan terpelihara dalam budi pekerti luhur.

"Sekarang banyak siswa yang ngelawan guru, ngegombalin guru jadi viral, ini kan contoh yang ngga baik," ujarnya.

Salah satu cara yang ditempuh HCI untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan menyiapkan materi yang selalu berkembang.

Dari seminar ke seminar selalu ada pembaruan dalam informasi yang disampaikan oleh para trainer.

"Ini cara kita untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman," terangnya.

Dengan demikian, tidak ada istilah kurang update (kudet) di HCI.

Intip Tiga Desaan Janis, Komunitas Pemberdayaan Desa Ecowisata

730 Perpustakaan Inklusi Se-Lampung Jadi Binaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung

Hanya saja, memang ada beberapa poin-poin pokok yang berusaha disampaikan di setiap materi.

Yakni himbauan jangan merokok, pacaran dan narkoba.

"Pokoknya hal-hal yang tidak mereka dapatkan di ruang kelas dan berkaitan dengan attitude, kepemimpinan, dan kepedulian sosial," jelas Herry.

Setiap materi yang diberikan juga disampaikan secara padat.

"Contohnya kalau tentang rokok, kita sajikan juga video-videonya, dampak-dampaknya," kata dia.

Perumusan materi yang sangat matang tersebut seringkali menuai respon positif, baik dari para peserta maupun pendamping.

"Beberapa waktu lalu, HCI adakan kegiatan seminar tentang rokok buat siswa SMA, tapi pembinanya tersentuh dan ikutan nggak ngerokok juga," ungkapnya sambil mengenang.

Para peserta yang pernah ikut kegiatan HCI kemudian dihimpun dalam Forum Komunikasi Siswa (Fokus) untuk kemudian dipantau perkembangannya.

(Tribunlampungwiki.com/Kiki Novilia)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved