Perpustakaan Daerah Lampung

730 Perpustakaan Inklusi Se-Lampung Jadi Binaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung

Di samping itu, Perpustakaan Daerah Lampung atau Perpusda Lampung juga membina sedikitnya 730 perpustakaan inklusi sosial di desa-desa.

Penulis: Kiki Novilia
Editor: ridwan hardiansyah
Tribunlampungwiki.com/Kiki Novilia
Pengunjung yang sedang membaca di ruang baca Perpusda Lampung, Kamis, 26 Desember 2019. 

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Stratanya yang berada di tingkat provinsi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung membina perpustakaan-perpustakaan di seluruh kabupaten/kota di Lampung.

Hal itu baik perpustakaan sekolah, perguruan tinggi maupun lembaga.

"Kita bina perpustakaan-perpustakaan yang ada di Lampung," ujar pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung, Nellawati Ningsih, Kamis, 26 Desember 2019.

Di samping itu, Perpustakaan Daerah Lampung atau Perpusda Lampung juga membina sedikitnya 730 perpustakaan inklusi sosial di desa-desa.

Program ini adalah program prioritas Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat yang difasilitasi oleh perpustakaan.

Perpustakaan Daerah Lampung

Perpusda Lampung Memiliki Standar Internasional

Aplikasi Kubuku, Perpustakaan Berbasis Android buat Baca Ebook Gratis

Gua dan Bungker Jepang di Bandar Lampung

Hal itu bisa dari buku bacaannya yang kemudian diimplementasikan ke dalam tindakan nyata atau melalui fasilitas-fasilitas yang disediakan perpustakaan.

Melalui program tersebut, perpustakaan tidak hanya digunakan sebagai tempat membaca buku, melainkan tempat alternatif bagi masyarakat untuk berkreasi dan berkarya.

"Inklusi ini kalau di provinsi mungkin tidak terlalu terasa, tapi kalau di desa sangat terasa karena minimnya akses," jelas Nella.

Contoh, di salah satu desa di Lampung Selatan, terdapat seorang anak yang awalnya tidak bisa menggunakan komputer, kemudian berlatih di perpustakaan desa sampai akhirnya mahir.

Komputer tersebut disediakan secara cuma-cuma oleh perpustakaan, yang tidak bisa ia akses di lingkungan tempat tinggalnya.

Contoh lainnya adalah masyarakat bisa membuat berbagai olahan produk yang resepnya bisa diambil dari internet seperti olahan jamur atau lele.

Dari sana, kreativitas mereka akan terangsang untuk mendapatkan penghasilan secara mandiri.

"Kalo produknya berkembang, masyarakat bisa sejahtera dan Lampung menjadi jaya," katanya menambahkan.

Standar internasional

Berstatus sebagai perpustakan tingkat provinsi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik.

Salah satunya adalah dengan cara mengatur buku-buku di sana dengan standar internasional.

"Buku-buku di sini disusun dengan klasifikasi DDC (Dewey Decimal Classification), ini standar internasional," ucap pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Nellawati Ningsih, Kamis, 26 Desember 2019. 

Tumpukan buku tersebut terletak di lantai satu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung, yang di dalamnya terdapat Perpustakaan Daerah Lampung atau Perpusda Lampung.

Di dalamnya, terdiri dari ruang membaca umum, ruang membaca anak, dan ruang terbitan berkala.

Adapun, jumlah buku di ruangan tersebut mencapai 70 ribu judul dengan jumlah 1000 eksemplar.

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved